Thursday, 14 July 2016

Nikah: Perjalanan Masa Lampau Hingga Sekarang dan Review Singkatnya

Nda punya pacar ditanyain mulu kapan punya pacar
Punya pacar tapi ldr disuruh cari yang deket deket aja
Punya pacar ditanyain mulu kapan nikah
Udah nikah ditanyain kapan punya anak
Udah punya anak ditanyain terus kapan punya adek lagi




Gini nih idup di jaman moderen, tapi konstruksi berpikir dan berbudaya jaman berburu dan meramu. Jaman dulu, jaman bapak-bapak dan ibu-ibu kita sering berpindah tempat, nomaden, ya bukan karena kuatnya cuman ngontrak, tapi karena pengetahuan untuk survival hanya dengan berburu binatang liar dan menggunakan tumbuhan liar untuk diramu sebagai obat. Manusia sebagai bagian dari ekosistem alam semesta populasinya perlu berkembang, karena jumlah mereka cukup sedikit dibanding makhluk lainnya. Ya itu kira-kira dua juta tahun yang lalu, dan bertahan sampai 600 ribu tahun. Bayangin aja kamu dateng kumpul pas acara keluarga besar, syawalan misalnya, dan cerita om-tante, nenek-kakekmu isinya tentang padang sabana dan migrasi dari satu tempat ke tempat lainnya. Om kamu akan bercerita betapa kerennya kapak genggamnya yang terbuat dari batu meteor yang mereka temukan diperjalanan sekitar beberapa purnama yang lalu. Nenekmu akan mengumpulkan semua anak-anak perempuannya untuk mengadakan pelatihan paling modern, yakni cara menciptakan api sendiri dengan some easy steps dan memberikan batu api ke setiap peserta workshop. yawla how cool it was~~

Tapi dua juta tahun setelah itu manusia berkembang, setelah berakhirnya perang dunia kedua, umat manusia mengalami masa kedamaian, yang sering disebut warga amerika dengan baby boomer. ya, rentang waktu tanpa perang adalah rentang waktu untuk kembali menata kehidupan. Pabrik dimana-mana, semua lelaki bekerja, istri di rumah dan hari-hari dipenuhi dengan kedamaian. Kedamaian yang berarti "bikin anak, enak". Yaiyalah, perang itu membunuh jutaan orang, ratusan ribu cacat paska perang, banyak yang jadi yatim piatu. Setelah damai, lonjakan penduduk dunia luar biasa. Sampaaaiii pada akhirnya di era 70's diumumkan doktrin kontrasepsi di Indonesia. Setelah umat manusia banyak berkurang karena perang, 30 tahun kemudian kontrasepsi di sebarkan melalui pendidikan. bahwa dua anak cukup. Dulu yang satu ibu bisa punya anak selusin, sekarang disuruh cuman punya dua anak. Romantisme keluarga dialihkan menjadi fokus pada dukungan program pemerintah.

Dan era milenial datang, banyak pilihan untuk melakukan kegiatan seksual. seks ngga hanya melulu tentang adam dan hawa. Orientasi seksual jadi banyak, ada yang gay, ada yang lesbian, ada yang biseks, ga jarang juga baca berita tentang orang yang orientasi seks sama objek objek tidak umum, Ada yang nikah sama kasur, ada yang nikah sama mayat suaminya, ada yang seks sama knalpot, ada yang seks sama kambing tetangga. Ya namanya bumi juga sudah tua, mbak..

Sepenuhnya beberapa tahun yang lalu aku menganggap peristiwa "kapan nikah" adalah sebuah lelucon yang tidak akan pernah aku temui. Bahwa pertanyaan nikah sepenuhnya lucu dan dianggap lalu saja. Ternyata enggak, when oldman ask it, they mean it. Orang tua kita yang berada di pertengahan baby boomers dan doktrinasi keluarga berencana pengen anaknya seperti mereka.

"dah pantes nggendong anak"
"ibu dah pengen nimang cucu"


Kemudian fenomena rabi datang bak wabah belalang kutukan musa kepada firaun. Undangan manten datang minimal sebulan sekali, entah teman sma, teman smp, teman kerja, temannya teman, sepupu, anaknya bos, temennya mantan, dan si mantan. Seakan-akan, kalo kamu ngga nikah sekarang, nanti anumu karaten. etdah.



Bagiku rabi kuwi medeni. (serem)
Oke, sila judge saya sekarang

Tapi gini.
Nikah bukan hanya "kalo kamu emang beneran sayang, ya nikahin"
Nikah bukan hanya nanti bisa bobok lucu bareng terus tiap malem
Nikah bukan hanya nanti bisa kayak gambar gambar di tumblr masak di dapur terus dipeluk suaminya dari belakang.

kenyonyok sothil panas rasakno

Nikah itu serius. (silahkan entri gojekan "serius wes bubar")
Nikah itu perkara memberanikan diri untuk bertanggungjawab sepenuhnya dengan anak dari keluarga lain. Entah laki maupun perempuan. Di sisi laki, nikah itu ya nafkahi, batin dan lahiriah. makanya ada gojekan, nafkahi aku mas~~ nafkahi gundulmu gendut. Si laki harus mampu mapan secara ekonomi untuk memenuhi kebutuhan keluarga intinya, bukan melulu tentang gaji yang besar dan pekerjaan yang mapan. Ini tentang keseriusan laki untuk memperjuangkan kebutuhan keluarganya. Nikah memang ga harus nunggu kerja dan punya tabungan banyak, ekonomi dalam nikah kaitannya dengan si laki mampu untuk tanggung jawab memenuhi kebutuhan keluarga. Di sisi perempuan, nikah juga berarti mampu bertanggung jawab sebagai teman setia lelaki, bukan hanya melayani, karena kamu bukan slogan bank bri, melayani sering diartikan dengan kerendahan derajat. Perempuan harus mampu menjadi teman yang baik, yang bisa saling memahami dan tau kebutuhan mereka, ya, mereka, bukan hanya si suami. Wanita bukannya tidak boleh memprovide kebutuhan material, silahkan saja, saya sebagai laki juga malah senang, tapi wanita harus lebih pandai dari lelaki (bukannya memang selalu begitu ya?) pandai mengurus semua hal. Kalau satu sama lain hanya pengin dirinya diurusi lebih dulu, mending gausah nikah. Si cewek bisa nyari om om, si cowok bisa jajan. keluar duit selangkang senang tidur tenang



Nikah itu perkara mampu untuk saling sayang. Kalian boleh yangyangan dan cintacintaan di media sosial, wong karang bar yangyangan njut mulih ning ngomah. Bayangin aja nikah, abis seneng seneng jalan jalan, pulang masih ketemu dia lagi, abis sikat gigi ketemu dia lagi, abis buang sampah di depan, ketemu dia lagi. ngentut ada dia, glegeken ada dia, wes kabeh kabeh lah. aku gak mau sedetikpun ga ketemu kamu... ha mploken.. nikah itu harus bisa ga bosen. Harus bisa menjaga api asmara, nek api perdamaian dah dijaga shaggydog, santai ja. Ini kaitannya dengan commital. Kalo kalian suka main the sims dengan traits non-commital mending nanti dulu, karena komitmen untuk bareng terus dalam suka maupun duka itu benar adanya. Pacaran sih enak, ngambek tinggal minta pulang, besok baikan. Lha nikah? Ngambek kok turune jejer..
Yaa mayan prekk sih. namanya juga rabi.



Nikah itu perkara menyambung persaudaraan. Ya, nikah itu pertemuan dua keluarga yang mencipta keluarga inti baru. Kecuali kalian incest, di indonesia kalian bisa dibakar, dan dikecapi. Kalo pacaran, kamu pol mentok basa basi di teras sambil nungguin doi selesai dandan. Nikah beda, kamu harus bermuka palsu ketemu tantenya suamimu.. sebagai cowok kamu harus pura-pura paham indeks harga saham gabungan yang merosot 2% ketika diajak ngobrol sama bapaknya istrimu, ya ndonya ki angel e su. Nek gampang ya main solitaire wae. Oke lanjut. Kalian harus saling melebur, karena kamu juga dianggap anak sama mertua, pun orang tuamu pasti nganggep anak sama istrimu. Saling peduli dan juga jangan lupa nama om-om tante-tante precil precil saudara keluarga pasanganmu, kalo lupa ya bisa jadi ribut lho. Kamu kan cah anyar.

Nikah itu perkara kerjasama. kalian bukan hanya omah-omah dewe. Bukan hanya bisa pamer cengangas cengenges bagi bagi undangan nikah. Kalian sudah dianggap tim yang solid. Kalian akan bersama dalam setiap acara, dan akan mulai gatel kalo kamu dateng ke acara dan ditanya" lho, istrinya ga diajak pak" Ya selain itu klean akan disebut sebagai "pak" dan buat istri, namamu akan pudar, dan digantikan nama suamimu yang sebenernya kamu risih. Indonesia gitu. Kalian akan kompak dalam menghadapi masalah, menghadapi mbayar cicilan omah, mbayar listrik, kerjasama gimana caranya meja ruang tamu tetep ada cemilan buat tamu, gimana caranya kulkas tetep penuh biar kalo mertua dateng merasa anaknya sejahtera. dan sebagainya.

Daaan walaupun saya belum menikah, mari kita berkonsensus untuk memberikan alasan terbaik kepada orang tua agar tidak menagih hutang nikah kepada anaknya yang baru masuk umur mid-20. Dan buat yang sudah mau nikah dan berencana nikah, saya pasti dan selalu doakan agar kalian lancar dan bahagia serta bisa terus membuat saya iri. kalian adalah bravesman. Wani rabi.

0 comments:

Post a Comment