Skip to main content

Posts

Showing posts from 2015

My Last Post, My Last Mail

Dear Sweetheart... I've been sitting here thinking about all the things I wanted to apologize to you for. All the pain we caused each other. Everything I put on you. Everything I needed you to be or needed you to say. I'm sorry for that. I'll always love you, because we grew up together. And you helped make me who I am. I just wanted you to know... that there will be a piece of you in me, always. And I'm grateful for that. Whatever someone you become, wherever you are in the world... I'm sending you love. You're my friend to the end. Love, Ahong.

Menjadi Bahagia, Menjadi Sederhana

Pasti sering denger kan ya quotes “bahagia itu sederhana”? Mungkin maksudnya adalah menjadi bahagia itu ngga perlu ribet, ngga perlu kebanyakan term and condition , cukup yang sederhana yang simple. Dapet coklat dari pacar, bahagia. Parkir ngga mbayar, bahagia. Dapet pulsa nyasar, bahagia. Semudah itu untuk menjadi bahagia, bukan? Tapi saya rasa asbabun nuzul dari quotes tersebut memang dikarenakan kondisi dunia saat ini penuh dengan kerumitannya sendiri untuk menuju bahagia. Banyak orang yang terlalu memaksa dirinya memenuhi keinginannya untuk bahagia dan justru ndak bahagia. Malah susah, mengeluh, dan sebagainya. Banyak orang yang dipenuhi dengan deadline , dengan ke- riweuh -annya menjalani hidup, serba ribet, serba kesusu lan kemrungsung . Seperti tidak ada zen di dalam hidupnya, kata seorang Buddhist. Harus punya ini biar seneng, harus kesana biar seneng, harus sama dia biar seneng, kalo ngga gitu ngga bakal bahagia. Kalo ngga sama kamu, mending mati. Yaolo mba sebegitu

Kau ini bagaimana atau aku harus bagaimana..

Kau ini bagaimana? Kau bilang aku merdeka, kau memilihkan untukku segalanya.. Kau suruh aku berpikir, aku berpikir kau tuduh aku kafir Aku harus bagaimana? Kau bilang bergeraklah, aku bergerak kau curigai Kau bilang jangan banyak tingkah, aku diam saja kau waspadai Kau ini bagaimana? Kau suruh aku memegang prinsip Aku memegang prinsip kau tuduh aku kaku Kau suruh aku toleran, aku toleran kau bilang aku plin plan Aku harus bagaimana? Aku kau suruh maju, aku mau maju kau selimpung kakiku Kau suruh aku bekerja, aku bekerja kau ganggu aku Kau ini bagaimana? Kau suruh aku taqwa, khotbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa Kau suruh aku mengikutimu, langkahmu tak jelas arahnya Aku harus bagaimana? Aku kau suruh menghormati hukum, kebijaksanaanmu menyepelekannya Aku kau suruh berdisiplin, kau mencontohkan yang lain Kau ini bagaimana? Kau bilang Tuhan sangat dekat, kau sendiri memanggil-manggilNya dengan pengeras suara tiap saat Kau

marah bikin goblok

pernah ngga sih kalian lagi dijalan gitu, terus ada tabrakan, mobil nyenggol motor gitu semisal, terus biar ngga keliatan salah, eh yang bawa mobil turun terus marah-marah sekenanya? jadi itu kayak semacam tips ya buat kalian, jadi walopun kalian sebenernya salah.. marahlah duluan, karena itu bikin kalian keliatan ngga salah, nah mungkin kayak tabrakan ini nih contohnya. bapak-bapak yang bawa mobil nabrak mas-mas yang naik motor. tuh bapak langsung turun mobil, terus pasang muka emosi level Dark Lord. "heh mas! kalo naik motor liat jalan dong!!" "loh pak? kok malah bapak yang marah?", masnya yang naik motor sambil periksa motornya ada yang rusak apa engga, stop ngecek motor sambil kebingungan. "loh ya jelas saya marah! ini mobil saya jadi lecet!" "ini kan bapak yang nabrak saya, harusnya saya yang marah dan minta ganti rugi dong!" masnya malah tambah bingung sama bapaknya. "ganti rugi apaan?! makanya kalo mau belok itu nyalain l

sebel sendiri sama orang yang ngeyel terus susah beneran.