Wednesday, 19 March 2014

Ih Nggak Logis! - Mencari Pengertian Kata: Logis

"Ih kamu nggak logis!"
"Mbok ya sing logis kalo ngomong tu.."

Tadi malam saya melihat beberapa update status di facebook dan twitter yang mengandung kata "ga logis". Lalu pagi ini saya mencoba mencari beberapa pengertian "logis" dari internet. Apakah "logis" sama dengan "masuk akal"? lalu.. "akal" sendiri apa sih?

Mari kita lihat beberapa definisi makna kata tersebut dari blog lain atau dari laman pencarian definisi populer, Wikipedia.


---

Definisi 'logis'

Indonesian to Indonesian
adjective
1. sesuai dng logika; benar menurut penalaran; masuk akal
source: kbbi3

sumber: http://artikata.com/arti-338770-logis.html

---

Berpikir Logis

                Berpikir secara logis adalah suatu proses berpikir dengan menggunakan logika, rasional  dan masuk akal. Secara etymologis logika berasal dari kata logos yang mempunyai dua arti 1) pemikiran 2) kata-kata. Jadi logika adalah ilmu yang mengkaji pemikiran. Karena pemikiran selalu diekspresikan dalam kata-kata, maka logika juga berkaitan dengan “kata sebagai ekspresi dari pemikiran”. Dengan berpikir logis, kita akan mampu membedakan dan mengkritisi kejadian-kejadian yang terjadi pada kita saat ini apakah kejadian-kejadian itu masuk akal dan sesuai dengan ilmu pengetahuan atau tidak. Tidak hanya itu, seorang peserta didik juga harus mampu berpikir kritis sehingga ia mampu mengolah fenomena-fenomena yang diterima oleh sistem indera hingga dapat memunculkan berbagai pertanyaan yang berkaitan dan menggelitik untuk dicari jawabannya.
 

                Contoh real-nya ketika seorang siswa atau peneliti melakukan metode ilmiah, maka pelaku ilmiah ini harus melakukan kegiatan ilmiah ini dengan berpikir secara logis, mulai dari saat pelaku ilmiah melakukan observasi/ pengamatan, merumuskan masalah, menyusun hipotesis, melaksanakan penelitian, mengumpulkan data, mengolah dan menganalisis data, hingga menarik kesimpulan. Seluruh proses kerja ilmiah tersebut harus dikerjakan berdasarkan prinsip yang logis, rasional, dan masuk akal agar dapat dipertanggungjawabkan.

sumber: http://adhychezz.wordpress.com/pemikiran/apa-itu-berpikir-logis-kritis-dan-kreatif/

Logika

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Logika berasal dari kata Yunani kuno λόγος (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Logika adalah salah satu cabang filsafat.
Sebagai ilmu, logika disebut dengan logike episteme (Latin: logica scientia) atau ilmu logika (ilmu pengetahuan) yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur[1].
Ilmu di sini mengacu pada kemampuan rasional untuk mengetahui dan kecakapan mengacu pada kesanggupan akal budi untuk mewujudkan pengetahuan ke dalam tindakan. Kata logis yang dipergunakan tersebut bisa juga diartikan dengan masuk akal.

Logika sebagai matematika murni[sunting | sunting sumber]

Logika masuk ke dalam kategori matematika murni karena matematika adalah logika yang tersistematisasi. Matematika adalah pendekatan logika kepada metode ilmu ukur yang menggunakan tanda-tanda atau simbol-simbol matematik (logika simbolik). Logika tersistematisasi dikenalkan oleh dua orang dokter medis, Galenus (130-201 M) dan Sextus Empiricus (sekitar 200 M) yang mengembangkan logika dengan menerapkan metode geometri.
Puncak logika simbolik terjadi pada tahun 1910-1913 dengan terbitnya Principia Mathematica tiga jilid yang merupakan karya bersama Alfred North Whitehead (1861 - 1914) dan Bertrand Arthur William Russel (1872 - 1970).

sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Logika

Akal

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Akal adalah suatu peralatan rohaniah manusia yang berfungsi untuk membedakan yang salah dan yang benar serta menganalisis sesuatu yang kemampuannya sangat tergantung luas pengalaman dan tingkat pendidikan,formal maupun informal, dari manusia pemiliknya. Jadi, akal bisa didefinisikan sebagai salah satu peralatan rohaniah manusia yang berfungsi untuk mengingat, menyimpulkan, menganalisis, menilai apakah sesuai benar atau salah.[1]
Namun, karena kemampuan manusia dalam menyerap pengalaman dan pendidikan tidak sama. Maka tidak ada kemampuan akal antar manusia yang betul-betul sama[1]
Akal berasal dari bahasa Arab 'aql yang secara bahasa berarti pengikatan dan pemahaman terhadap sesuatu. [2]Pengertian lain dari akal adalah daya pikir (untuk memahami sesuatu), kemampuan melihat cara memahami lingkungan, atau merupakan kata lain dari pikiran dan ingatan. Dengan akal, dapat melihat diri sendiri dalam hubungannya dengan lingkungan sekeliling, juga dapat mengembangkan konsepsi-konsepsi mengenai watak dan keadaan diri kita sendiri, serta melakukan tindakan berjaga-jaga terhadap rasa ketidakpastian yang esensial hidup ini.[3]
Akal juga bisa berarti jalan atau cara melakukan sesuatu, daya upaya, dan ikhtiar.[2] Akal juga mempunyai konotasi negatif sebagai alat untuk melakukan tipu daya, muslihat, kecerdikan, kelicikan.[4]
Akal fikiran tidak hanya digunakan untuk sekedar makan, tidur, dan berkembang biak, tetapi akal juga mengajukan beberapa pertanyaan dasar tentang asal-usul, alam dan masa yang akan datang.[3] Kemampuan berfikir mengantarkan pada suatu kesadaran tentang betapa tidak kekal dan betapa tidak pastinya kehidupan ini. [3]

Kesimpulan[sunting | sunting sumber]

a. Yang logis adalah yang masuk akal. [5]
b. Yang logis itu mencakup yang rasional dan yang supra-rasional[5]
c. Yang rasional ialah yang masuk akal dan sesuai dengan hukum alam.[5]
d. Yang supra-rasional ialah yang masuk akal dan sesuai dengan hukum alam.[5]
e. Istilah logis dapat dipakai dalam pengertian rasional atau dalam pengertian supra-rasional.

sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Akal


---
jadi gimana menurut kalian?
yang logis yang masuk akal? tapi pemahaman akal masing-masing manusia berbeda sesuai dengan tingkat pendidikan dan pengalamannya masing-masing kan? atau ada persetujuan/perjanjian/konsensus bersama tentang yang dipandang logis atau tidak logis? atau gimana? hehe silahkan gunakan akal masing-masing yah! jangan lupa nge-teh! :D

Monday, 17 March 2014

PentingGakPenting: Bedanya .zip dengan .rar


Aku kirimin file rar-nya ya?
Wah file-nya zip, ga bisa dibuka pake henpon..

ini emang gak penting sih.. tapi kok menurut saya penting juga.. siang ini kepikiran.. bedanya .zip ama .rar apa sih? ngaruhnya apa? jadi bagusan .zip atau .rar?

nah.. setelah googling, ada juga blog yg membahas perbedaannya..

jadi begini, guys..


Arti dari nama ZIP dan RAR sebenarnya hanya merupakan 'merk' belaka. Merk tersebut diberikan oleh para pembuat algoritma / rumus dalam pengecilan data tersebut.ZIP sejarahnya, ia dibuat oleh Phil Katz dengan nama PKARC (Phil Katz Archive). Namun karena ada bentrokan legalitas dari nama 'ARC", kemudian 'merk' tersebut diubah menjadi PKZIP, dan extension/akhiran dari nama file tersebut menggunakan kode '.ZIP'. Algoritma dari ZIP untuk mengecilkan file adalah melalui Algoritma Deflate. yang didasari dari algoritma LZ77 dan Huffman coding. Untuk lebih lengkapnya, silahkan baca disini.


RAR
----
RAR sejarahnya dibuat oleh Eugene Roshal dan disebut sebagai Roshal Archive (=RAR), dan extension filenyapun diakhiri dengan kode '.RAR'. http://en.wikipedia.org/wiki/Rar Algoritma pengecilannya mirip dengan algoritma LZMA, dimana teknisnya dapat diikuti disini.

Di dalam banyak kasus, format RAR menciptakan kompres/tekanan yang lebih padat jika di bandingkan dengan format ZIP. Kelebihan dari RAR yang lainnya adalah mendukung multivolume. Jika anda harus menciptakan suatu arsip multi-volume, maka menggunakan RAR adalah pilihannya. Format RAR juga mempunyai beberapa hal penting lain yang tidak di jumpai dalam format ZIP. Misalnya kemampuanRAR untuk merekontruksi arisp yang rusak, perlindungan/kunci arsip, dan melindungi arsip penting dari modifikasi yang tidak di sengaja.

Format RAR juga bisa mengatasi file yang bisa dikatakan ukuran tak terbatas (sampai kepada 8.589.934.591 GB). Sedangkan ukuran maksimum dari satu file ZIP hanya 2 GB. Sistem file yang mendukung file berukuran lebih dari 4 GB adalah NTFS atau yang lebih terbaru dari itu.


ZIP
----
Format ZIP adalah yang paling populer. Sebagai contoh, kebanyakan arsip di internet adalah berformat ZIP. Jika anda akan mengirimkan suatu arsip RAR ke seseorang, mungkin saja orang tersebut tidak memiliki WinRAR untuk mengekstrak arsip RAR, hal ini bisa saja membuat anda untuk memilih format ZIP pada sisi lain. Anda dapat mengirimkan suatu arsip yang berjenis self-extracting (dapat mengekstrak dirinya sendiri). Arsip self-extracting memiliki sedikit ukuran yang lebih besar, tetapi dapat mengekstrak dirinya tanpa bantuan program apapun. Keuntungan ZIP yang lain adalah kecepatan, proses penciptaan arsip ZIP lebih cepat dari arsip RAR.

Nah.. paham paham? penting gak? :p ya.. paling engga ada bahan buat baca-baca deh :p

sumber:
http://lihatilmu.blogspot.com/2013/07/perbedaan-zip-dan-rar.html
dedepurnama.blogspot.com/2012/07/apa-perbedaan-file-rar-dan-zip.html

Memahami Tuhan berdasar Etimologi

Tuhan?
Apa ya Tuhan itu?
Agak sulit atau malah sulit banget untuk menjelaskan makan definitif dari "tuhan", gak ke orang lain tapi ke diri kita sendiri. Maka pagi ini saya membuka wikipedia untuk mengetahui makna Tuhan berdasarkan salah satu laman pencarian makna paling populer di dunia.

--
Kata Tuhan dalam bahasa Melayu kini berasal dari kata tuan. Buku pertama yang memberi keterangan tentang hubungan kata tuan dan Tuhan adalah adalah Ensiklopedi Populer Gereja oleh Adolf Heuken SJ (1976). Menurut buku tersebut, arti kata Tuhan ada hubungannya dengan kata Melayu tuan yang berarti atasan/penguasa/pemilik.[17] Kata "tuan" ditujukan kepada manusia, atau hal-hal lain yang memiliki sifat menguasai, memiliki, atau memelihara. Digunakan pula untuk menyebut seseorang yang memiliki derajat yang lebih tinggi, atau seseorang yang dihormati. Penggunaannya lumrah digunakan bersama-sama dengan disertakan dengan kata lain mengikuti kata "tuan" itu sendiri, dimisalkan pada kata "tuan rumah" atau "tuan tanah" dan lain sebagainya. Kata ini biasanya digunakan dalam konteks selain keagamaan yang bersifat ketuhanan.[18]
Ahli bahasa Remy Sylado menemukan bahwa perubahan kata "tuan" yang bersifat insani, menjadi "Tuhan" yang bersifat ilahi, bermula dari terjemahan Alkitab ke dalam bahasa Melayu karya Melchior Leijdecker yang terbit pada tahun 1733.[19][20] Dalam terjemahan sebelumnya, yaitu kitab suci Nasrani bahasa Melayu beraksara Latin terjemahan Brouwerius yang muncul pada tahun 1668, kata yang dalam bahasa Yunaninya, Kyrios, dan sebutan yang diperuntukkan bagi Isa Almasih ini diterjemahkannya menjadi "tuan". Kata yang diterjemahkan oleh Brouwerius sebagai "Tuan"—sama dengan bahasa Portugis SenhorPerancis SeigneurInggris LordBelanda Heere—melalui Leijdecker berubah menjadi "Tuhan" dan kemudian, penerjemah Alkitab bahasa Melayu melanjutkan penemuan Leijdecker tersebut. Kini kata Tuhan yang awalnya ditemukan oleh Leijdecker untuk mewakili dua pengertian pelik insani dan ilahi dalam teologi Kristen atas sosok Isa Almasih akhirnya menjadi lema khas dalam bahasa Indonesia.[19]
Kata "Tuhan" pada umumnya dipakai untuk merujuk kepada suatu zat abadi dan supernatural. Bagi rumpun agama samawi, kata Tuhan sendiri biasanya mengacu pada Allah, yang diyakini sebagai zat yang Mahasempurna, pemilik langit dan bumi yang disembah manusia. Dalam bahasa Arab kata ini sepadan dengan kata rabb. Menurut Ibnu Atsir, Tuhan dan tuan secara bahasa diartikan pemilik, penguasa, pengatur, pembina, pengurus dan pemberi nikmat.[21] Kata Tuhan disebutkan lebih dari 1.000 kali dalam Al-Qur'an,[22]sementara di dalam Alkitab kata Tuhan disebutkan sebanyak 7677 kali.[23] Dalam monoteisme, biasanya dikatakan bahwa Tuhan mengawasi dan memerintah manusia dan alam semesta atau jagat raya. Hal ini bisa juga digunakan untuk merujuk kepada beberapa konsep-konsep yang mirip dengan ini, misalnya sebuah bentuk energi atau kesadaran yang merasuki seluruh alam semesta, yang keberadaan-Nya membuat alam semesta ada; sumber segala yang ada; kebajikan yang terbaik dan tertinggi dalam semua makhluk hidup; atau apapun yang tak bisa dimengerti atau dijelaskan.
Di dalam bahasa Melayu atau bahasa Indonesia, dua konsep atau nama yang berhubungan dengan ketuhanan, yaitu: Tuhan sendiri, dan dewa. Penganut monoteisme biasanya menolak menggunakan kata dewa, karena merujuk kepada entitas-entitas dalam agamapoliteistis. Meskipun demikian, penggunaan kata dewa pernah digunakan sebelum penggunaan kata Tuhan. Dalam Prasasti Trengganu,prasasti tertua di dalam bahasa Melayu yang ditulis menggunakan huruf Arab (huruf Jawi) menyebut Sang Dewata Mulia Raya. Dewata yang dikenal orang Melayu berasal dari kata devata, sebagai hasil penyebaran agama Hindu-Buddha di Nusantara. Bagaimanapun, pada masa kini, pengertian istilah Tuhan digunakan untuk merujuk Tuhan yang tunggal, sementara dewa dianggap mengandung arti salah satu dari banyak Tuhan sehingga cenderung mengacu kepada politeisme.
http://id.wikipedia.org/wiki/Tuhan
--
Itu tadi kutipan yang saya ambil dari wikipedia, bab Etimologi dan terminologi. Ada yang sudah paham? atau maah semakin bingung? Hehe

Saturday, 8 March 2014

pleong membikin blog baru

dasar pembuatan blog berdasarkan sistem 5W + 1H:

1. apa blog yang saya bikin?
- ya, saya membikin pleongisasi.blogspot.com karena pleong.blogspot.com udah dipake sama orang korea. dasar bulgogi. yang jelas blog ini tidak yang terfokus pada curhat, mugkin hanya posting hal-hal yang kurang penting tapi sebenernya penting :p
2. kapan blog ini akan update posting?
- sebenernya males untuk aktif menulis, karena saya ndak terlatih menulis panjang-panjang. tapi ngetwit aja bisa banyak dalam sehari masa nulis blog aja gabisa kan ya? rencananya sih 2  kali seminggu. selasa-jumat, hal ini didasari oleh jadwal les di Ganesha Operation, Bob Foster do you know?
3. dimana biasanya saya mempostig blog?
- dimana saja, seperti jawaban blogger-blogger keren gitu.
4. mengapa bikin blog?
- pada dasarnya twittter itu adalah tempat menuangkan pikiran dengan maksud agar orang lain, followers, dapat mengetahui pikiranmu dan ikut nimbrung (mention dan retweeet), nah pengen cari tempat yang bisa menuangkan pikiran (dalam hal ini pamer, curhat, dan sebagainye) yang suka-suka tapi tetap sopan dan bisa dibaca-baca ulang, salahsatunya blog.
5. siapa yang akan posting di blog ini? siapa yang mau baca?
- yang posting jelas saya, yang mau baca tulisan di blog ini ya orang-orang yang ga sengaja masuk ke blog (saya rasa terlalu males orang buat directly masuk ke blog ini :)) )
6. gimana post selanjutnya?
- belum kepikiran, tapi akan dipikirkan.