Wednesday, 20 July 2016

Enaknya Makan Sendirian

"Emang enak ya makan sendirian gitu?"
"Aku ngga pernah sih makan sendirian.. ya jarang lah.. seringan kalo makan pasti sama temen.."



Kalo kalian makan biasanya sama temen atau sendirian? Aku kok ngrasa ternyata ngga banyak juga ya orang yang makan sendirian, kayak aku :|

Makan itu merupakan hal yang esensial. Bahkan makan itu adalah kegiatan yang kita lakukan sebelum bernafas, di kandungan ibu, kita udah makan duluan sebelum paru-paru terbentuk. Makan adalah salah satu hal yang paling terpenting di tahun-tahun pertama kita. Entah bentuknya ASI atau makanan halus. Bahkan sampe kita udah mimpi basah dan atau menstruasi, si Emak ngga bosen bosennya ngingetin udah makan apa belom. Buat temen-temen yang kuliah merantau, pertanyaan makan apa, makannya gimana, ngga mungkin terlewat pas nelpon orang tua di rumah.

Ya balik lagi masalah makan sendirian. Ternyata aktivitas makan sendirian itu cukup meningkat lho di Amerika, sesuai riset salah satu apps layan pesan makan, Opentables. Amerika gitu, makan sendirian aja pake mesen. Aku salah satu orang yang lebih sering makan sendirian dibanding ada temennya. Ya, mungkin "itu kan karena kamu jomblo" atau "kalo punya pacar mah pasti jelas ada yang diajakin makan bareng". Mmm.. ngga juga, pacaran yang keseringan makan bareng itu cuman ada dua, pacarnya tinggal bareng/kerja satu kantor/sekampus atau pacarnya kerjaannya cuman nemenin makan. Entah.


1. Makan sendiri itu ngga repot



Selain pertanyaan siapa dan dimana Dipa Nusantara Aidit dieksekusi oleh Orde Baru, pertanyaan makan dimana nih? adalah salah satu pertanyaan yang jawabannya selalu berubah-ubah, nisbi. Setiap mau makan, pertanyaan ini perlu dibahas serius dan memerlukan argumen-argumen kokoh. Lebih repot daripada Rapat Sisa Hasil Usaha di Koperasi UD Tani Makmur. Startup aplikasi kuliner pun belum bisa menjawab pertanyaan ini, alih-alih memberikan jawaban pasti, aplikasi kuliner hanya membikin fraksi-fraksi dalam rapat semakin banyak. Coba makan sendirian, pengen makan apa, langsung berangkat ke tempat makannya. Ngga pake musyawarah mufakat.

2. Makan sendirian adalah bentuk swasembada yang paling riil



Apa yang lebih menyenangkan daripada memenuhi kebutuhan primer kita? Makan sendirian adalah jawabannya. Menghabiskan waktu bersama orang terhebat sejagat raya bisa kamu lakukan dengan khidmat. Ya, kamu itu orangnya. Siapa lagi.Tak butuh orang lain. Hanya kamu dan dirimu. Ini momenmu, lepas semua penat dan rasa lapar. Ini perayaan kemenanganmu.

3. Ngga perlu basa-basi



Ngerumpi adalah hal yang ngga mungkin dihindari kalau kamu makan berjamaah. Kamu ngga perlu menghabiskan waktu buat mikir membuka pembicaraan yang asyik. Kamu ngga perlu harus tau masalah dan cerita teman makanmu. Bukan urusanmu juga.


4. Lebih fokus sama makananmu



Kamu bisa menikmati makananmu dengan maksimal. Semau kamu! Kamu boleh pesan apa saja! Makan bareng-bareng? Pake acara "kalian pesen apa? aku sama aja deh!" masih jaman? Mau mesen yang enak-enak takut dibilang gendut? Mau mesen yang agak mahalan takut dikira ngga "umum". Makan sendiri itu bebas, kamu bisa pesan makanan yang kamu suka. Mau makan pake tangan? Pake sumpit? Pake perasaan galau? Boleeeeehhh. Ngga perlu malu. 


5. Jadi salah satu waktu meditasi


Makan sendirian berarti menyediakan waktu yang speenuhnya milikmu. Kamu bisa baca buku, bisa cek socmed pacar, temen kantor, temen kuliah, mantan pun, reschedule agenda yang banyak, bikin notes belanjaan. Dengan makan sendirian kamu ngga perlu menyamakan ritme makan sama temenmu, bisa lebih santai dan menjadi ajang kontemplasi. Apa hari ini ada yang salah? Apa yang kurang produktif hari ini? Besok mau ngapain aja? Bisa kita bahas sama diri kita sendiri, hati kita sendiri. 

Nikmatilah kesendirian kalian saat makan. Bebas bosque~

Thursday, 14 July 2016

Nikah: Perjalanan Masa Lampau Hingga Sekarang dan Review Singkatnya

Nda punya pacar ditanyain mulu kapan punya pacar
Punya pacar tapi ldr disuruh cari yang deket deket aja
Punya pacar ditanyain mulu kapan nikah
Udah nikah ditanyain kapan punya anak
Udah punya anak ditanyain terus kapan punya adek lagi




Gini nih idup di jaman moderen, tapi konstruksi berpikir dan berbudaya jaman berburu dan meramu. Jaman dulu, jaman bapak-bapak dan ibu-ibu kita sering berpindah tempat, nomaden, ya bukan karena kuatnya cuman ngontrak, tapi karena pengetahuan untuk survival hanya dengan berburu binatang liar dan menggunakan tumbuhan liar untuk diramu sebagai obat. Manusia sebagai bagian dari ekosistem alam semesta populasinya perlu berkembang, karena jumlah mereka cukup sedikit dibanding makhluk lainnya. Ya itu kira-kira dua juta tahun yang lalu, dan bertahan sampai 600 ribu tahun. Bayangin aja kamu dateng kumpul pas acara keluarga besar, syawalan misalnya, dan cerita om-tante, nenek-kakekmu isinya tentang padang sabana dan migrasi dari satu tempat ke tempat lainnya. Om kamu akan bercerita betapa kerennya kapak genggamnya yang terbuat dari batu meteor yang mereka temukan diperjalanan sekitar beberapa purnama yang lalu. Nenekmu akan mengumpulkan semua anak-anak perempuannya untuk mengadakan pelatihan paling modern, yakni cara menciptakan api sendiri dengan some easy steps dan memberikan batu api ke setiap peserta workshop. yawla how cool it was~~

Tapi dua juta tahun setelah itu manusia berkembang, setelah berakhirnya perang dunia kedua, umat manusia mengalami masa kedamaian, yang sering disebut warga amerika dengan baby boomer. ya, rentang waktu tanpa perang adalah rentang waktu untuk kembali menata kehidupan. Pabrik dimana-mana, semua lelaki bekerja, istri di rumah dan hari-hari dipenuhi dengan kedamaian. Kedamaian yang berarti "bikin anak, enak". Yaiyalah, perang itu membunuh jutaan orang, ratusan ribu cacat paska perang, banyak yang jadi yatim piatu. Setelah damai, lonjakan penduduk dunia luar biasa. Sampaaaiii pada akhirnya di era 70's diumumkan doktrin kontrasepsi di Indonesia. Setelah umat manusia banyak berkurang karena perang, 30 tahun kemudian kontrasepsi di sebarkan melalui pendidikan. bahwa dua anak cukup. Dulu yang satu ibu bisa punya anak selusin, sekarang disuruh cuman punya dua anak. Romantisme keluarga dialihkan menjadi fokus pada dukungan program pemerintah.

Dan era milenial datang, banyak pilihan untuk melakukan kegiatan seksual. seks ngga hanya melulu tentang adam dan hawa. Orientasi seksual jadi banyak, ada yang gay, ada yang lesbian, ada yang biseks, ga jarang juga baca berita tentang orang yang orientasi seks sama objek objek tidak umum, Ada yang nikah sama kasur, ada yang nikah sama mayat suaminya, ada yang seks sama knalpot, ada yang seks sama kambing tetangga. Ya namanya bumi juga sudah tua, mbak..

Sepenuhnya beberapa tahun yang lalu aku menganggap peristiwa "kapan nikah" adalah sebuah lelucon yang tidak akan pernah aku temui. Bahwa pertanyaan nikah sepenuhnya lucu dan dianggap lalu saja. Ternyata enggak, when oldman ask it, they mean it. Orang tua kita yang berada di pertengahan baby boomers dan doktrinasi keluarga berencana pengen anaknya seperti mereka.

"dah pantes nggendong anak"
"ibu dah pengen nimang cucu"


Kemudian fenomena rabi datang bak wabah belalang kutukan musa kepada firaun. Undangan manten datang minimal sebulan sekali, entah teman sma, teman smp, teman kerja, temannya teman, sepupu, anaknya bos, temennya mantan, dan si mantan. Seakan-akan, kalo kamu ngga nikah sekarang, nanti anumu karaten. etdah.



Bagiku rabi kuwi medeni. (serem)
Oke, sila judge saya sekarang

Tapi gini.
Nikah bukan hanya "kalo kamu emang beneran sayang, ya nikahin"
Nikah bukan hanya nanti bisa bobok lucu bareng terus tiap malem
Nikah bukan hanya nanti bisa kayak gambar gambar di tumblr masak di dapur terus dipeluk suaminya dari belakang.

kenyonyok sothil panas rasakno

Nikah itu serius. (silahkan entri gojekan "serius wes bubar")
Nikah itu perkara memberanikan diri untuk bertanggungjawab sepenuhnya dengan anak dari keluarga lain. Entah laki maupun perempuan. Di sisi laki, nikah itu ya nafkahi, batin dan lahiriah. makanya ada gojekan, nafkahi aku mas~~ nafkahi gundulmu gendut. Si laki harus mampu mapan secara ekonomi untuk memenuhi kebutuhan keluarga intinya, bukan melulu tentang gaji yang besar dan pekerjaan yang mapan. Ini tentang keseriusan laki untuk memperjuangkan kebutuhan keluarganya. Nikah memang ga harus nunggu kerja dan punya tabungan banyak, ekonomi dalam nikah kaitannya dengan si laki mampu untuk tanggung jawab memenuhi kebutuhan keluarga. Di sisi perempuan, nikah juga berarti mampu bertanggung jawab sebagai teman setia lelaki, bukan hanya melayani, karena kamu bukan slogan bank bri, melayani sering diartikan dengan kerendahan derajat. Perempuan harus mampu menjadi teman yang baik, yang bisa saling memahami dan tau kebutuhan mereka, ya, mereka, bukan hanya si suami. Wanita bukannya tidak boleh memprovide kebutuhan material, silahkan saja, saya sebagai laki juga malah senang, tapi wanita harus lebih pandai dari lelaki (bukannya memang selalu begitu ya?) pandai mengurus semua hal. Kalau satu sama lain hanya pengin dirinya diurusi lebih dulu, mending gausah nikah. Si cewek bisa nyari om om, si cowok bisa jajan. keluar duit selangkang senang tidur tenang



Nikah itu perkara mampu untuk saling sayang. Kalian boleh yangyangan dan cintacintaan di media sosial, wong karang bar yangyangan njut mulih ning ngomah. Bayangin aja nikah, abis seneng seneng jalan jalan, pulang masih ketemu dia lagi, abis sikat gigi ketemu dia lagi, abis buang sampah di depan, ketemu dia lagi. ngentut ada dia, glegeken ada dia, wes kabeh kabeh lah. aku gak mau sedetikpun ga ketemu kamu... ha mploken.. nikah itu harus bisa ga bosen. Harus bisa menjaga api asmara, nek api perdamaian dah dijaga shaggydog, santai ja. Ini kaitannya dengan commital. Kalo kalian suka main the sims dengan traits non-commital mending nanti dulu, karena komitmen untuk bareng terus dalam suka maupun duka itu benar adanya. Pacaran sih enak, ngambek tinggal minta pulang, besok baikan. Lha nikah? Ngambek kok turune jejer..
Yaa mayan prekk sih. namanya juga rabi.



Nikah itu perkara menyambung persaudaraan. Ya, nikah itu pertemuan dua keluarga yang mencipta keluarga inti baru. Kecuali kalian incest, di indonesia kalian bisa dibakar, dan dikecapi. Kalo pacaran, kamu pol mentok basa basi di teras sambil nungguin doi selesai dandan. Nikah beda, kamu harus bermuka palsu ketemu tantenya suamimu.. sebagai cowok kamu harus pura-pura paham indeks harga saham gabungan yang merosot 2% ketika diajak ngobrol sama bapaknya istrimu, ya ndonya ki angel e su. Nek gampang ya main solitaire wae. Oke lanjut. Kalian harus saling melebur, karena kamu juga dianggap anak sama mertua, pun orang tuamu pasti nganggep anak sama istrimu. Saling peduli dan juga jangan lupa nama om-om tante-tante precil precil saudara keluarga pasanganmu, kalo lupa ya bisa jadi ribut lho. Kamu kan cah anyar.

Nikah itu perkara kerjasama. kalian bukan hanya omah-omah dewe. Bukan hanya bisa pamer cengangas cengenges bagi bagi undangan nikah. Kalian sudah dianggap tim yang solid. Kalian akan bersama dalam setiap acara, dan akan mulai gatel kalo kamu dateng ke acara dan ditanya" lho, istrinya ga diajak pak" Ya selain itu klean akan disebut sebagai "pak" dan buat istri, namamu akan pudar, dan digantikan nama suamimu yang sebenernya kamu risih. Indonesia gitu. Kalian akan kompak dalam menghadapi masalah, menghadapi mbayar cicilan omah, mbayar listrik, kerjasama gimana caranya meja ruang tamu tetep ada cemilan buat tamu, gimana caranya kulkas tetep penuh biar kalo mertua dateng merasa anaknya sejahtera. dan sebagainya.

Daaan walaupun saya belum menikah, mari kita berkonsensus untuk memberikan alasan terbaik kepada orang tua agar tidak menagih hutang nikah kepada anaknya yang baru masuk umur mid-20. Dan buat yang sudah mau nikah dan berencana nikah, saya pasti dan selalu doakan agar kalian lancar dan bahagia serta bisa terus membuat saya iri. kalian adalah bravesman. Wani rabi.

Nikah: perjalanan masa lampau hingga sekarang dan review singkatnya

Nda punya pacar ditanyain mulu kapan punya pacar
Punya pacar tapi ldr disuruh cari yang deket deket aja
Punya pacar ditanyain mulu kapan nikah
Udah nikah ditanyain kapan punya anak
Udah punya anak ditanyain terus kapan punya adek lagi




Gini nih idup di jaman moderen, tapi konstruksi berpikir dan berbudaya jaman berburu dan meramu. Jaman dulu, jaman bapak-bapak dan ibu-ibu kita sering berpindah tempat, nomaden, ya bukan karena kuatnya cuman ngontrak, tapi karena pengetahuan untuk survival hanya dengan berburu binatang liar dan menggunakan tumbuhan liar untuk diramu sebagai obat. Manusia sebagai bagian dari ekosistem alam semesta populasinya perlu berkembang, karena jumlah mereka cukup sedikit dibanding makhluk lainnya. Ya itu kira-kira dua juta tahun yang lalu, dan bertahan sampai 600 ribu tahun. Bayangin aja kamu dateng kumpul pas acara keluarga besar, syawalan misalnya, dan cerita om-tante, nenek-kakekmu isinya tentang padang sabana dan migrasi dari satu tempat ke tempat lainnya. Om kamu akan bercerita betapa kerennya kapak genggamnya yang terbuat dari batu meteor yang mereka temukan diperjalanan sekitar beberapa purnama yang lalu. Nenekmu akan mengumpulkan semua anak-anak perempuannya untuk mengadakan pelatihan paling modern, yakni cara menciptakan api sendiri dengan some easy steps dan memberikan batu api ke setiap peserta workshop. yawla how cool it was~~

Tapi dua juta tahun setelah itu manusia berkembang, setelah berakhirnya perang dunia kedua, umat manusia mengalami masa kedamaian, yang sering disebut warga amerika dengan baby boomer. ya, rentang waktu tanpa perang adalah rentang waktu untuk kembali menata kehidupan. Pabrik dimana-mana, semua lelaki bekerja, istri di rumah dan hari-hari dipenuhi dengan kedamaian. Kedamaian yang berarti "bikin anak, enak". Yaiyalah, perang itu membunuh jutaan orang, ratusan ribu cacat paska perang, banyak yang jadi yatim piatu. Setelah damai, lonjakan penduduk dunia luar biasa. Sampaaaiii pada akhirnya di era 70's diumumkan doktrin kontrasepsi di Indonesia. Setelah umat manusia banyak berkurang karena perang, 30 tahun kemudian kontrasepsi di sebarkan melalui pendidikan. bahwa dua anak cukup. Dulu yang satu ibu bisa punya anak selusin, sekarang disuruh cuman punya dua anak. Romantisme keluarga dialihkan menjadi fokus pada dukungan program pemerintah.

Dan era milenial datang, banyak pilihan untuk melakukan kegiatan seksual. seks ngga hanya melulu tentang adam dan hawa. Orientasi seksual jadi banyak, ada yang gay, ada yang lesbian, ada yang biseks, ga jarang juga baca berita tentang orang yang orientasi seks sama objek objek tidak umum, Ada yang nikah sama kasur, ada yang nikah sama mayat suaminya, ada yang seks sama knalpot, ada yang seks sama kambing tetangga. Ya namanya bumi juga sudah tua, mbak..

Sepenuhnya beberapa tahun yang lalu aku menganggap peristiwa "kapan nikah" adalah sebuah lelucon yang tidak akan pernah aku temui. Bahwa pertanyaan nikah sepenuhnya lucu dan dianggap lalu saja. ternyata enggak, when oldman ask it, they mean it. Orang tua kita yang berada di pertengahan baby boomers dan doktrinasi keluarga berencana pengen anaknya seperti mereka.

"dah pantes nggendong anak"
"ibu dah pengen nimang cucu"

Kemudian fenomena rabi datang bak wabah belalang kutukan musa kepada firaun. Undangan manten datang minimal sebulan sekali, entah teman sma, teman smp, teman kerja, temannya teman, sepupu, anaknya bos, temennya mantan, dan si mantan. seakan-akan, kalo kamu ngga nikah sekarang, nanti anumu karaten. etdah.



Bagiku rabi kuwi medeni. (serem)
Oke, sila judge saya sekarang

Tapi gini.
Nikah bukan hanya "kalo kamu emang beneran sayang, ya nikahin"
Nikah bukan hanya nanti bisa bobok lucu bareng terus tiap malem
Nikah bukan hanya nanti bisa kayak gambar gambar di tumblr masak di dapur terus dipeluk suaminya dari belakang.

kenyonyok sothil panas rasakno

Nikah itu serius. (silahkan entri gojekan "serius wes bubar")
Nikah itu perkara memberanikan diri untuk bertanggungjawab sepenuhnya dengan anak dari keluarga lain. Entah laki maupun perempuan. Di sisi laki, nikah itu ya nafkahi, batin dan lahiriah. makanya ada gojekan, nafkahi aku mas~~ nafkahi gundulmu gendut. Si laki harus mampu mapan secara ekonomi untuk memenuhi kebutuhan keluarga intinya, bukan melulu tentang gaji yang besar dan pekerjaan yang mapan. Ini tentang keseriusan laki untuk memperjuangkan kebutuhan keluarganya. Nikah memang ga harus nunggu kerja dan punya tabungan banyak, ekonomi dalam nikah kaitannya dengan si laki mampu untuk tanggung jawab memenuhi kebutuhan keluarga. Di sisi perempuan, nikah juga berarti mampu bertanggung jawab sebagai teman setia lelaki, bukan hanya melayani, karena kamu bukan slogan bank bri, melayani sering diartikan dengan kerendahan derajat. Perempuan harus mampu menjadi teman yang baik, yang bisa saling memahami dan tau kebutuhan mereka, ya, mereka, bukan hanya si suami. Wanita bukannya tidak boleh memprovide kebutuhan material, silahkan saja, saya sebagai laki juga malah senang, tapi wanita harus lebih pandai dari lelaki (bukannya memang selalu begitu ya?) pandai mengurus semua hal. Kalau satu sama lain hanya pengin dirinya diurusi lebih dulu, mending gausah nikah. Si cewek bisa nyari om om, si cowok bisa jajan. keluar duit selangkang senang tidur tenang



Nikah itu perkara mampu untuk saling sayang. Kalian boleh yangyangan dan cintacintaan di media sosial, wong karang bar yangyangan njut mulih ning ngomah. Bayangin aja nikah, abis seneng seneng jalan jalan, pulang masih ketemu dia lagi, abis sikat gigi ketemu dia lagi, abis buang sampah di depan, ketemu dia lagi. ngentut ada dia, glegeken ada dia, wes kabeh kabeh lah. aku gak mau sedetikpun ga ketemu kamu... ha mploken.. nikah itu harus bisa ga bosen. Harus bisa menjaga api asmara, nek api perdamaian dah dijaga shaggydog, santai ja. Ini kaitannya dengan commital. Kalo kalian suka main the sims dengan traits non-commital mending nanti dulu, karena komitmen untuk bareng terus dalam suka maupun duka itu benar adanya. Pacaran sih enak, ngambek tinggal minta pulang, besok baikan. lha nikah? ngambek kok turune jejer..
yaa mayan prekk sih. namanya juga rabi.



Nikah itu perkara menyambung persaudaraan. ya, nikah itu pertemuan dua keluarga yang mencipta keluarga inti baru. Kecuali kalian incest, di indonesia kalian bisa dibakar, dan dikecapi. Kalo pacaran, kamu pol mentok basa basi di teras sambil nungguin doi selesai dandan. Nikah beda, kamu harus bermuka palsu ketemu tantenya suamimu.. sebagai cowok kamu harus pura-pura paham indeks harga saham gabungan yang merosot 2% ketika diajak ngobrol sama bapaknya istrimu, ya ndonya ki angel e su. Nek gampang ya main solitaire wae. Oke lanjut. Kalian harus saling melebur, karena kamu juga dianggap anak sama mertua, pun orang tuamu pasti nganggep anak sama istrimu. Saling peduli dan juga jangan lupa nama om-om tante-tante precil precil saudara keluarga pasanganmu, kalo lupa ya bisa jadi ribut lho. Kamu kan cah anyar.

Nikah itu perkara kerjasama. kalian bukan hanya omah-omah dewe. Bukan hanya bisa pamer cengangas cengenges bagi bagi undangan nikah. Kalian sudah dianggap tim yang solid. Kalian akan bersama dalam setiap acara, dan akan mulai gatel kalo kamu dateng ke acara dan ditanya" lho, istrinya ga diajak pak" Ya selain itu klean akan disebut sebagai "pak" dan buat istri, namamu akan pudar, dan digantikan nama suamimu yang sebenernya kamu risih. Indonesia gitu. Kalian akan kompak dalam menghadapi masalah, menghadapi mbayar cicilan omah, mbayar listrik, kerjasama gimana caranya meja ruang tamu tetep ada cemilan buat tamu, gimana caranya kulkas tetep penuh biar kalo mertua dateng merasa anaknya sejahtera. dan sebagainya.

Daaan walaupun saya belum menikah, mari kita berkonsensus untuk memberikan alasan terbaik kepada orang tua agar tidak menagih hutang nikah kepada anaknya yang baru masuk umur mid-20. Dan buat yang sudah mau nikah dan berencana nikah, saya pasti dan selalu doakan agar kalian lancar dan bahagia serta bisa terus membuat saya iri. kalian adalah bravesman. Wani rabi.

Sunday, 10 July 2016

Reuni, reuni, dan reuni


Seneeeeeng banget minggu-minggu ini deh~ Kenapa? Ya kayak dijudulnya gituh, momen lebaran, momen pulang kampung adalah momen reuni! Wooohooo! Jadi inget masa-masa SMA gitu! Secara aku tahun ini udah 5 tahun lulus dari SMA, jadi kemarin ini, pada ngadain acara reuni 5 tahunan. Rameee yang dateng walaupun tetep lebih sedikit dari target yang dipengenin temen-temen, yaa kira-kira ada 70an orang gitu yang dateng. Sebelum itu kumpul asik sama angkatan 2009, yang notabene-nya senior kelas tiga :)) dan tadi malem ketemu angkatan 2010, udah berasa kayak besok senin mau sekolah lagi! xD hahaha. Dan apa sih yang dilakuin pas reuni?

1. Heboh saat pertama kali ketemu lagi
Banyaak banget temen-temen yang berubah. Tambah keren, tambah ganteng, ada yang mukanya bapak-bapak, ada yang udah kemakan fesyen Jakarta, mantan yang keliatan tambah ca'em *halah* Ada yang udah jadi dokter, ada yang udah ke Prancis, ada yang udah jadi buruh negara, ada yang... masih kuliah :p. Selalu ada surprise effect pas kita ketemu temen lama kita. Ngga nyangka aja gitu, temen-temen kita yang dulunya begini sekarang jadi begitu hahah

2. Ngegosip yang ga dateng
Daripada sedih temen yang kita harapin ngga dateng, terus ganti topik deh pake "sekarang dia dimana sih?", "Sumpaah?! Padahal dulu kan dia..." Hihihih.. ya namanya juga ketemu temen lama bro~

3. Ngobrolin jaman-jaman dulu xD
Apalagi sih yang diarepin dari reuni? Ngomongin jaman SMA dulu lah! Banyaak banget kalo diceritain lagi. Ada yang sekarang jadi mantan terus pada nginget nginget jaman pacaran dulu, ada yang dulu kerjaannya cuman ngebolos sampe dapet surat cinta dari guru, futsal, tonti, dateng jadi supporter basket, dulu ada yang berperan jadi anak geng, jadi anak rohis, anak tonti, anak biasa-biasa aja, anak yang banyak dapet kiriman wall facebook. Sekarang kumpul jadi satu :D
A photo posted by Galih Kabra (@galihkabra) on

Ketemu mas-mbak '09 yaaaaampuuunnn, ngobrolin jaman-jaman diajakin mbolos, inget jaman dulu kalo ketemu kakak kelas wajib memberi salam hahahanjiiirrr xD Sekarang mas-mba uda pada kerjaaa, uda jadi pegawe pegawe mapan, uda ada yang punya anak, uda banyak yang nikah~



Ketemu 2010 sih yang paling ga nyangka, secara ngga ada kontak gitu, eh tapi tadi malem tetiba aja diajakin ketemuan di My-Kopi-O, Sagan. Anjiiir berasa kayak sekolah bangeeett, ngobrol ngalor ngidul jaman SMA dulu, ngobrolin si dia sekarang dimana, terus nge-compare anak SMA jaman sekarang dan jaman kita dulu hahaha. Banyak juga ya angkatan kalian yang jadi kuli di Jakarta :p lumayan lah jadi tambah banyak tempat nginep kalo mau theateran :p

Ada cerita yang mas angkatan '02 tuh ponakannya taun depan masuk SMA, padahal pas ponakannya lahir tuh masnya ngasih bancakan (syukuran) ke Pak Harno (penjaga sekolah). Time flies, dude!

Pas reuni angkatanku, kita ngundang akustikan buat ngisi acara, dan yang akustikan itu.. angkatan 2018, dia lahir taun 1999 hahaha, bahkan dia belom lahir pas ada pendudukan DPR sama mahasiswa xD dia ngga ngalamin hebohnya windows XP rilis, dan dia ngga ngerti video openingnya Debra di Smackdown PS1 yang seksi banget hahahah xD

Well, semua udah pada gede sekarang, udah pada tua, udah pada ngurusin idupnya masing-masing. Momen ketemuan, momen reuni emang magis banget dan hal wajib. Buat nginget siapa kita dulu, siapa temen-temen yang ngebentuk kepribadian kita, buat bisa refleksi (pijet kali yaa) peningkatan apa yang ada di idup kita selama beberapa tahun ini. Akhirnya kita akan kembali ke kesibukan kita masing-masing, berharap semua temen kita akan sukses dan selalu inget sama kita, dan berdoa agar bisa ketemu lagi di masa yang akan datang.

Good memories never ends!

Ngeband SMA  jaman 2010 :))

Sunday, 3 July 2016

Panggilan Harapan - Tsutomu Uematsu | TEDx Sapporo


Halo semuanya..
Selamat siang..
Semoga semuanya dapat menyimak apa yang akan kuceritakan.
Ini adalah cerita tentang “Panggilan Harapan”
Frasa yang dikatakan oleh ibuku saat aku SMP. Maknanya adalah jika kamu berharap akan sesuatu, itu pasti akan datang, akan terwujud. Sungguh penting untuk tidak berputus asa. Senang sekali jika kita bisa berteman dalam pertemuan ini. Semoga kita bisa berteman.


Tsutomu Uematsu dan Perusahaan Space Engineering-nya
Saya lahir 47 tahun yang lalu. Nama saya Tsutomu Uematsu. Lahir di kota bernama Akabira, di tengah Hokkaido. Aku menjalankan perusahaanku sendiri, kami membuat elektromagnet untuk daur ulang sampah dan juga membuat roket. Kami juga membuka space engineering. Kami sekarang mampu untuk membuat dan meluncurkan sebuah roket bahkan meluncurkan sebuah satelit juga.
Percobaan eksperimental ini hanya ada empat di dunia, dan salah satunya ada di Jepang. Alat tersebut bisa membuat kondisi nol gravitasi -sama dengan situasi di luar angkasa.
Kita tidak bisa membeli dimanapun, karena tidak ada orang yang menjualnya, jadi kami mengembangkannya untuk kami sendiri.


Aku lahir 47 tahun yang lalu. Nenekku memberitahu hal yang penting ketika aku masih kecil. Di pulau Sakhalin yang terletak di utara Hokkaido, beliau memulai perusahaan mobil, kerja keras dan menabung sepanjang waktu. Banyak orang berkata bahwa nenekku hidup kaya di sana. Namun pada tahun 1945, tentara Soviet tiba-tiba menyerang Sakhalin. Banyak orang terbunuh. Nenekku menyadari bahwa uangnya menjadi kertas tak bernilai. Beliaupun menasehatiku,”Uang itu hal konyol, karena nilainya akan berubah. Jika kamu punya uang, jangan disimpan, belilah buku. Ingatlah semua yang kau baca. Agar tak ada yang bisa mengambilnya darimu dan buatlah hal-hal baru.”

Pesan nenek

”Uang itu hal konyol, karena nilainya akan berubah. Jika kamu punya uang, jangan disimpan, belilah buku. Ingatlah semua yang kau baca. Agar tak ada yang bisa mengambilnya darimu dan buatlah hal-hal baru.”



Maka jadilah aku seorang anak pencinta toko buku. Aku juga punya kakek yang sangat kucintai, kakekku gagah dan berhati lembut. Kenangan yang paling aku suka dengannya ketika pendaratan Apollo ke bulan. Aku sedang menonton tv bersamanya. Tak pernah kulihat raut wajahnya sebahagia ini. “Lihat! Lihat! Manusia sudah mencapai bulan. Kau juga bisa melakukannya.” Aku tak pernah melihat beliau sebahagia ini. Kuingin melihat senyumnya lagi. Jadi, ketika aku pergi ke toko buku, aku selalu mengambil buku tentang pesawat dan roket. Kakek sering mengusap-usap kepalaku dan memujiku. Akupun bercita-cita bekerja di bidang penerbangan karena aku ingin melihat senyumnya lagi. Kemudian aku sering membaca berbagai macam buku.

Waktu SMP, aku mulai bercita-cita bekerja di bidang penerbangan dan roket. Aku sangat rajin belajar. Namun.. Guruku berkata padaku,” Stop bicara tentang hal-hal imajinasi dan belajarlah untuk ujian.” Aku tetap belajar tentang penerbangan dan roket, namun PR-ku terbengkalai. Tak pernah kupedulikan. Lagi-lagi, dia berkata padaku,” Tidak mungkin memulai hal-hal space engineering kecuali kamu sangat pintar. Dan itu sangat mahal. Jadi kamu tidak bisa.” Aku sangat sedih. Dan aku mulai mempertanyakan diriku, “Apa itu mimpi?”, “Apakah kita cuma diperbolehkan memimpikan hal-hal yang bisa kita raih?” Akupun penasaran,”Siapa yang bisa menentukan kita bisa atau tidak? Bahkan tidak ada yang tahu jika kita tidak mencoba, anehnya, orang-orang menilai tanpa pernah mencoba. Haruskah kita mengejar cita-cita yang tidak bisa kita raih sekarang?”

Harus, kurasa.

Tapi mereka tetap tidak setuju. Banyak orang dewasa menakut-nakutiku dengan “Kalau kamu tidak rajin belajar, kamu tidak bisa masuk ke sekolah yang bagus dan pekerjaan. Itu bakal sulit bagimu!”
Aku tidak begitu bagus di sekolah. Akupun khawatir dan bertanya ke mereka,”Apa perusahaan yang bagus untukku bekerja?” “Perusahaan mapan untuk kita mencari uang dengan mudah adalah perusahaan yang bagus.” Aku bingung. Semakin kita belajar semakin kita pandai, maka dari itu aku diharuskan untuk belajar, namun bukan untuk memiliki kemampuan sebanyak-banyaknya, tapi bekerja tanpa kesusahan. Jadi aku berpikir,” Aku tidak harus sekolah, kan?”

Tapi jika kita punya banyak uang, banyak hal bagus yang bisa kita peroleh. Contohnya... 
Ternyata bukan mobilnya! Haha
Mobil keren ini! [tepuk tangan] Ini bukan punyaku. Ini mobil orang lain! [haha]
Bisakah kita punya mobil ini karena kita kaya? Tidak semuanya benar, kan? Kita bisa punya mobil ini dengan membayar uang karena seseorang bekerja keras untuk membuatnya. Karena ada orang lain yang melakukan penelitian, berusaha untuk membuat hal yang lebih baik dan menjualnya untukmu, kamu bisa membelinya. Nyatanya, uang tidaklah spesial. Sesuatu yang membutuhkan uang atau Sesuatu yang tak mungkin tanpa uang adalah yang berharga, hanya yang ditawarkan seseorang untukmu. Itulah yang kamu impikan. Dan semakin kita tidak bisa mendapatkan sesuatu, kita semakin butuh orang yang mendapatkan sesuatu itu. Jadi kamu akan butuh uang dan uang untuk hidup.

Mungkin hal yang penting bagi kita untuk hidup adalah mampu melakukan apa yang kita tak bisa sebelumnya. Aku percaya bahwa impian adalah tentang meraih apa yang belum kita lakukan sekarang. Aku sangat senang mengejar hal-hal yang kusukai. Namun tak ada seorang pun yang memahamiku. Temanku, guruku, bahkan orang tuaku tidak. “Kamu yakin melakukan hal itu?” “Memangnya penting?” “Kamu cuma pengin pamer, kan?” Aku jadi tak punya teman. Aku tidak bisa berbagi hal yang kusenangi dengan orang lain. Namun aku punya orang yang mendukungku. Mereka ada di dalam buku. Mereka adalah Wright Bersaudara dan Edison. Sama sepertiku, tak ada yang memahami mereka juga. Bagaimanapun, mereka tetap berusaha yang terbaik. Merekalah yang menyelamatkanku, maka dari itu aku tidak menyerah. Aku semakin menyukai hobiku dan mengembangkan kemampuanku lebih banyak. Dan kemudian aku mendirikan perusahaan untuk membuat elektromagnet untuk daur ulang.
Itu adalah kali pertama aku menjalankan perusahaan dan sukses. [haha] [tepuk tangan] Penjualan tahunan kami meningkat hampir sepuluh kali lipat. Aku menjadi sombong dan jadilah sebuah kegagalan besar. [haha] Aku terlilit hutang sebesar 200 juta yen, aku merasa ini semua salahku dan aku berpikir aku harus mengatur segalanya sendirian. Aku khawatir. Aku menyalahkan diriku sendiri. Setelah itu, aku berdagang ke seluruh Jepang dan hanya mendapat pengalaman buruk. Jadi setiap aku naik pesawat, aku berdoa memohon agar pesawatnya jatuh, tapi pesawatnya selalu selamat. Kemudian aku menjadi orang yang kejam dan jahat. Aku mencurangi pesaing-pesaingku. Aku tak pernah memikirkan bagaimana keluarga mereka. Aku tak percaya siapapun. Aku sendirian. Aku melihat semuanya hanya menggunakan akal. Dan akhirnya, aku berpikir aku mengusir semua apa yang baik kepadaku. Tapi pada saat itu, karena perusahaanku sedang susah dan berbagai orang di Jepang memberiku saran. “Kamu mungkin pengin bergabung Junior Chamber International. Itu akan meningkatkan keuntunganmu.” Jadi dengan niat jahat aku bergabung dengan JCI. (hahah) Tapi ternyata hal itu tidak menguntungkan. (haha) Namun, aku mendapat kesempatan untuk bertemu orang baru dan mengagumkan disana. Aku mendapatkan teman.

Salah satu dari mereka menawarkanku untuk menjadi relawan di salah satu panti asuhan. Walaupun kami hanya berpikir untuk gaji, hal itu berubah ketika aku berjumpa dengan anak kecil yang mendapat kekerasan dari orang tuanya. Tak ada yang berani mendekat kepada kami awalnya. Setelah kita mencoba untuk bermain bersama anak-anak, saat kita akan pulang, mereka berkata “Jangan pergi..” Mereka ingin lebih banyak bermain dengan kami. Seorang anak kecil menceritakan impiannya.. ingin tinggal bersama orang tuanya lagi. Aku tak menyangkanya. Aku penasaran mengapa dia masih sayang kepada ortunya yang berlaku kasar padanya. Aku pikir aku tak bisa melakukan hal baik kepadanya. Meski aku memberinya uang atau mengadopsinya. Itu tidak menyelesaikan apapun. Karena dia masih sayang kepada ortunya. Aku penasaran kenapa hal seperti ini ada dan apa gunanya aku mencari uang sampai berusaha mengalahkan yang lain. Aku jadi bingung. Berbagai hal berkecamuk di dalam kepalaku.

Kemudian aku membuka kembali kenangan yang sudah tertutup. Setelah aku masuk SD, aku sangat dibenci oleh guru kelasku. Apa yang aku pikir tentang kehidupan dan yang nenekku sampaikan, guruku bilang itu semua tidak mungkin.  “Kamu tak akan pernah meraih cita-citamu” katanya berkali-kali. Kakekku mengusap-usap kepalaku, sebaliknya guruku memukulku terus dan terus. Walaupun sangat menyakitkan bagiku, tak ada orang yang menolongku. Aku ingat apa yang dia katakan. Dia selalu bilang “Itu tidak mungkin.” Itu adalah kata-kata yang jahat, kupikir. Ini adalah frase yang sangat buruk. Untuk mengkerdilkan semangat dan kemungkinan kita. Tapi itu juga merupakan kata-kata yang gampang diucapkan. Kata-kata ini adalah alasan yang bagus untuk tak melakukan apapun. Mereka yang dipaksa untuk menyerah dengan masa depannya dengan kata-kata ini akan kehilangan percaya dirinya.
Kita akan mati tanpa percaya diri, apapun alasannya. Jadi sebagian mereka yang kehilangan percaya diri mulai membeli kepercayaan diri dengan uang dan mereka akan menyombongkan diri dengan hal itu dan memandang rendah orang lain. Dan karena mereka tidak suka akan kesuksesan orang lain, sebagian dari mereka menghalangi usaha orang lain. Kalian mungkin kenal orang semacam itu di sekitarmu. Mereka yang miskin dan tak punya percaya diri. Supaya menjaganya, mereka tak ada pilihan lain kecuali merebut kepercayaan diri orang lain.

Sebagai tambahan, perusahaan kami punya pengunjung dari Afrika. Kita saling bercerita tentang banyak hal. “Aku tak berguna walaupun aku belajar dan berusaha keras” pun juga terjadi di sana. Orang seperti itulah yang menyerah pada mimpi dan peluang mereka kemudian mulai membunuh dan merampas mimpi orang lain. Karena mereka tidak berusaha yang terbaik dan tidak menciptakan hal baru, pilihan mereka hanya merampas. Kadang-kadang menggunakan kekerasan. Mereka juga berdusta, pura-pura lemah dan mencurangi orang lain. Tapi jika kita semua saling mencuri, masyarakat kita akan stagnan.

Jadi aku menyadari kengerian dari berkata “tidak mungkin.” Manusia lahir tanpa mengenal kata-kata itu. Lalu kapan kita mengenal hal itu? Aku penasaran apakah langit yang mengajarkan perkataan itu. Langit yang sangat indah, kita semua memandanginya paling tidak sekali dalam masa kecil kita. Tapi apakah kalian berpikir bahwa kalian bisa menjadi ahli space engineering?  Coba pikirkan hal itu, hal itu memerlukan banyak sekali biaya kecuali kamu sangat cerdas? Dan apakah kamu yakin betul hanyalah negara yang bisa melakukan hal itu? Siapa yang mengajarimu hal itu? Yakni adalah orang yang tidak pernah mencoba yang mengajarimu hal-hal semacam itu. Mereka yang memberitahu kita alasan tak bertanggungjawab agar tak melakukan hal itu. Itu yang membuat kita bingung untuk memutuskan apa yang harus kita lakukan dan apa yang bisa kita lakukan.
Jadi aku memutuskan untuk menghilangkan kata “tidak mungkin” jika hal itu dihapus, maka penindasan, kekerasan, dan perang akan hilang  juga. Aku juga berharap bahwa kekerasan pada anak juga dapat terhapuskan. Itulah sebabnya aku memulai teknik luar angkasa yang semua orang bilang “tidak mungkin".

Aku tahu bahwa tidak baik untuk membuat roket, karena berbahaya. Aku sempat menyerah. Tapi Tuhan menolongku. Tuhan mempertemukanku dengan Prof. Nagata dari Universitas Hokkaido. Anehnya, dia juga membuat penelitian tentang roket yang aman. Anehnya lagi, dia juga akan menyerah karena tak memiliki cukup uang. Aku tak punya uang tapi aku punya kemampuan. Dan dua orang ini pun bertemu. Sejak itu, aku mulai menyadari bahwa ada arti dalam bertemu dengan orang-orang. Tuhan menggiringmu untuk bertemu dengan orang yang kau butuhkan. Makanya aku percaya bahwa semua orang yang kujumpai hari ini karena Tuhan. Prof. Nagata dan aku saling membantu karena kita bukanlah orang yang sempurna.

Sejujurnya, Kita bisa saling membantu sesama karena setiap dari kita tak mempunyai apapun. Kalau kita sempurna, kita tak akan butuh pertolongan orang lain. Karena kita tak sempurna, kita bisa saling menolong. Maka dari itu kita harusnya tidak boleh menertawakan orang yang tidak sempurna. Kita juga tak perlu malu dengan diri kita. Hal penting lainnya, tidak perlu menyalahkan diri kita seperti “aku tidak bisa melakukan hal ini dengan baik.” Sebenarnya, menjadi tidak sempurna adalah lebih baik daripada tidak melakukan apapun atau tak bisa melakukan apapun. Lebih baik mencoba daripada tidak. Jadi aku tidak menyalahkan diriku atau berpikir buruk tentang diriku karena aku punya kelemahan. Aku hanya perlu melakukan hal yang mampu kulakukan.

Dengan saling bahu-membahu, kami bisa mengerjakan teknik luar angkasa. Banyak peneliti yang mengunjungi perusahaanku untuk eksperiman dan penelitian. Dan kurang lebih 10.000 anak-anak mengunjungi perusahaanku setiap tahunnya melalui karyawisata. Jujur, perusahaanku hanya memiliki 17 karyawan :D . Cukup menyusahkan. Aku berharap sebanyak mungkin anak-anak tidak dirampas kesempatannya. Aku percaya bahwa masyarakat akan meningkat jika “tidak mungkin” dihilangkan. Tapi ada keterbatasan tentang apa yang bisa aku lakukan,aku butuh teman. Mimpi ini mungkin takkan terwujud dalam hidupku. Karena itu aku ingin kalian membantuku,  dari sekarang, jika kamu mendengar “tidak mungkin” tolong katakan “kenapa kamu tidak mencoba saja?” terima kasih terhadap frase sederhana ini, “ngga mungkin” akan menghilang  dan penindasan dan kekerasan akan hilang dari dunia ini. Jadi aku meminta bantuan kalian.

Tentang pendidikan formal. Kita mendedikasikan diri kita untuk belajar. Jadi, apakah pendidikan formal hanya tentang kelulusan saja? Ini sangat salah. Pendidikan adalah apa yang manusia ciptakan untuk menyelesaikan problema sosial. Itu adalah hal yang sangat kita upayakan. Jadi apa itu pendidikan? Yakni memberi ilmu manual bagaimana cara untuk hidup. Mengajarkan bagaimana cara menghindari kegagalan? Itu sangat salah. Pendidikan adalah mempersilahkan anak-anak memiliki pengalaman gagal dengan aman yang tak akan membunuh mereka. Tapi entah kenapa, ini semuanya berjalan tak semestinya. Alasannya adalah bahwa disana banyak orang dewasa yang menganggap kegagalan itu buruk. Orang yang mengambil kepekaan kita tentang kemungkinan dan kepercayaan diri.

Tapi ini semua akan baik-baik saja. Agar membuat Jepang dan dunia lebih baik di masa depan, kita butuh orang yang mau berusaha melakukan apa yang mereka belum pernah lakukan, yang tak menyerah dan mau mencoba cara-cara lain. Mereka yang tidak dipecundangi dengan “tidak mungkin bisa”. Siapakah orang yang seperti itu? Jawabannya adalah kalian semua. Semua orang seperti itu. Karena semua orang pernah mengalami masa kecil, pasti. Ingatlah masa kecil kalian. Saat kita kecil, jika melihat sebuah tombol, maka kita pengin memencetnya. Jika ada pegangan pintu, kita ingin memegangnya. Dan kita mendapat larangan, "Stop!, "Jangan!".

Faktanya, saat kita terlahir, tidak ada orang yang tahu cara untuk menyerah. Kita lahir tanpa pengetahuan untuk menyerah. Tapi mungkin kita mempelajarinya sejak kecil. Hanya ada satu cara pasti bagi kita untuk mengambil lagi kepercayaan diri kita. Mencoba apa yang belum pernah kita lakukan. Memperoleh sesuatu yang belum pernah kamu lakukan pasti akan menambah kepercayaan dirimu. Jadi cobalah. Jika kamu mencoba hal baru, kamu mungkin tidak langsung sukses. Lihatlah video percobaanku ini.
Roket percobaan yang gagal
Roketnya terbang dengan indah. Tidak, roket itu jatuh kebawah (hahaha) lalu apa yang kita lakukan sekarang? Membuang kontroler dan lari (hahah) saat ini, tidak ada seorang pun yang lari seperti yang kalian lihat. Video ini menunjukkan bahwa jika kamu merasa bahaya, tak apa untuk lari. (tepuk tangan) . Pengalamanku mengajarkanku bahwa orang yang tekun, ramah, dan bertanggung jawab akan cepat mati. Aku tak ingin seperti itu.


Aku ingin semua orang tetap hidup. Jadi jika kamu merasa bahaya, sama sekali tidak apa-apa untuk lari. Tapi setelah itu, jika kamu gagal, lari, dan menyerah, tolong jangan salahkan dirimu. Jangan merasa sedih. Kamu tak boleh seperti itu. Tapi di situasi seperti itu, kamu akan merasa terluka, menyesal, frustrasi, sedih, dan malu. Luapan emosi dapat mengerikan. Tapi jika kamu emosi yang komplek seperti itu, berkata lah “aku sedang berkembang!” Maka kamu akan dapat meninggalkan yang sudah berlalu. Jadi cobalah untuk berkata seperti itu.

Kita hanya punya satu nyawa. Kita hanya hidup satu kali, tanpa latihan. Jadi buat apa kita hidup? Berpikirlah seperti ini. Kegagalan adalah batu pijakan menuju sukses. Karena kita berada di pentas tanpa latihan, sangat wajar jika gagal. Aku berharap kalian menganggap kegagalan sebagai sebuah pembelajaran dan melupakannya. Lagian, kita tidak dilahirkan untuk meminta bantuan atau untuk menyerah. Kita tidak lahir untuk hal seperti itu. Kita lahir untuk menyelamatkan dunia.
Menyelamatkan dunia itu mudah. Jika semua orang tidak memandang rendah dirinya sendiri, dunia akan selamat. Ini adalah cara kita menyelamatkan dunia yang dapat dilakukan mulai dari sekarang. Jangan berpikir “aku tidak mampu”. Apa yang kita lakukan sejak hari ini adaalh bukan mencari alasan kenapa kita tidak bisa melakukannya. Alih-alih, berpikirlah dan cari alasan mengapa kita mampu melakukannya. Hanya dengan cara itu dunia akan lebih baik.

Cerita panjangku sudah hampir selesai. Aku cinta pesawat dan roket sejak kecil. Namun orang yang tanpa pengalaman memberitahukanku berkali-kali “mimpimu tidak mungkin” namun ibuku berkata bahwa “harapan memanggilmu”. Aku tidak berhenti berharap, itulah yang mebuat mimpiku menjadi mungkin. Jadi aku yakin bahwa penting untuk tidak kehilangan harapan.

Sebelum aku menyelesaikan ceritaku, aku ingin memberi satu frase yang akan membuat mipimu menjadi nyata. “Cobalah cara ini dan mimpimu akan terwujud”. Bayangkan kamu berbicara kepada seseorang tentang mimpimu, jika orang itu berkata “ itu tidak mungkin” kamu akan kehilangan semangat tapi jika kamu bilang “Coba gunakan cara ini.", " Aku pernah lihat buku yang mungkin dapat membantu” atau “Aku pernah melihat acara tv yang mungkin bisa menginspirasimu” itu akan lebih menyemangatimu. Dan itu pasti sangat menyenangkan. Jadi jika kamu berbicara tentang impian kepada seseorang, dan katakan kepadanya “Coba saja” mimpi semua orang akan terwujud. Semua orang akan terkenal, keren ngga sih? Aku harap frase “Coba saja” akan menyebar ke seluruh dunia. Dan aku percaya bahwa “tidak mungkin” akan menghilang. Mungkin hal ini daat bermakna bagi pertemuanmu hari ini. Aku akan tetap berusaha sebaik mungkin. Karena kau dan aku berbagi waktu yang berharga bersama, aku harap kita bisa berteman selamanya. Terima kasih



Tulisan ini diambil dari materi Tsutomu Uematsu dalam acara TEDx Sapporo dengan translate manual.